Thursday, November 28, 2013

Pancake Durian, Oleh-oleh Maknyus Khas Medan


Minggu lalu aku abis dari Medan, mumpung lagi ada promo tiket pesawat murah hihihi… Dari awal tujuan aku ke Medan itu untuk wisata kuliner, salah satu aktivitas yang gak pernah bosen aku lakuin. Who cares about diet, right? Aku seneng banget karena ternyata di Medan juga banyak tempat jajanan seru, makanya gak heran kalo kota ini juga udah banyak didatengin turis-turis asing.

Sebelum pergi, pastinya aku riset dulu tempat buat beli oleh-oleh yang paling terkenal. Ternyata sewaktu sampe sana, ada supir taksi yang baik dan nganterin aku ke tempat-tempat kuliner yang aku mau, jadi aku gak perlu repot-repot lagi deh. Kebanyakan tempat-tempat yang aku datengin itu cukup ramai, mungkin karena emang udah terkenal. Aku sempet beli bika Ambon, bolu Meranti, sirup Markisa, teri Medan, dan… pancake durian.


Dari semua makanan khas Medan yang paling membekas buat aku itu pancake durian! Yes, kalo ke Medan gak makan yang berbau-bau duren itu kurang afdol rasanya, karena durian emang sangat terkenal di Medan. Gak sedikit juga orang Indonesia, bahkan turis asing, yang suka makan durian. Apalagi buah durian ternyata mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lipat lebih banyak dibanding buah pisang, serta mengandung mineral alami yang mudah dicerna sama tubuh kita. Selain itu, di dalam buah durian juga terkandung karbohidrat, serat, dan protein. Udah enak, nyehatin lagi!

Saking terkenalnya buah durian di Medan, sampai ada macam-macam produk olahan durian di kota ini, seperti ketan dan keripik durian. Ketan durian ini juga disebut kinca, aku biasa suka makan dengan roti tawar. Sayangnya waktu ke Medan kemarin, aku gak sempat cobain kinca asli sana. Tapi buat aku, kinca buatan Mama udah yang paling enak sejagad raya hehehe…



Bukan cuma di Medan aja, tapi durian juga cukup terkenal di Asia. Di Singapura, bahkan sampai ada gelato dengan rasa durian. Di Malaysia juga ada pancake durian lho, tapi di sana dinamakan durian crêpe. Wow, durian rules! 




Bedanya pancake durian dengan pancake biasa itu jelas ada pada buah khas Indonesia yang totally addictive, the one and only… durian. Rasanya? Jelas enak banget! Teksturnya lembut dengan rasa durian yang khas. Kebayang kan durian yang lembut dibungkus dengan kulit pancake? Enaknya dobel! Tapi bentuknya sendiri lebih mirip kue bantal dibanding pancake beneran, karena kotak dan puffy. Aku suka pancake durian juga karena lebih praktis dibanding makan buah durian, soalnya gak perlu repot kupas kulitnya dan tangan juga gak belepotan.

Ukuran pancake durian sendiri relatif kecil. Satu pancake bisa aku abisin dalam dua kali caplok hehehe… Begitu digigit, durian yang dibalut pancake itu akan seketika lumer di mulut. Aroma durian masih tercium meskipun gak sekuat kalo kita makan buah durian langsung. Manisnya juga pas, jadi bikin kita makin ketagihan. Duh, jadi pengen lagi, asli!

Soal harga, satu potong pancake durian bisa mencapai sekitar 25 ribu rupiah. Tapi kalo aku gak cukup makan satu potong aja, pasti pengen nambah lagi! Untungnya aku nemu online shop yang jual pancake durian dengan harga yang bersahabat . Senangnya, jadi bisa sering-sering makan pancake durian tanpa perlu jauh-jauh ke Medan.



Sekilas cerita aku tentang pancake durian. Ada yang udah pernah coba? Share yuk!

Jenis-Jenis Sandal di Dunia

Kayaknya semua orang pasti punya atau at least pernah pakai yang namanya sandal atau sendal. Alas kaki yang satu ini emang praktis dan udah jadi bagian yang gak terpisahkan dari keseharian kita. Biasanya sandal dipakai saat cuaca panas, makanya alas kaki ini sering jadi andalan orang Indonesia dalam beraktivitas. 

But, did you know? Sandal sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno lho. Kemudian alas kaki ini diadopsi oleh orang Yunani dan Romawi Kuno. Pada waktu itu sol sandal masih terbuat dari gabus, dengan bagian penutupnya terbuat dari kulit yang dijahit dengan bagian alas, dan bagian jari kaki dibiarkan terbuka, serta dilengkapi dengan sabuk atau tali supaya gak terlepas dari kaki si pemakai.
Dulu, sandal dipakai karena kepraktisannya dan kurang dianggap cool karena bentuknya yang terbuka dan memperlihatkan kaki kita. Sekarang, sandal sudah jadi salah satu aspek dalam fashion.

Tapi tau gak sih kamu kalau setiap negara punya nama sandal masing-masing dan model yang berbeda-beda? Mau tau seperti apa bentuknya? Here we go…

Sandal Jepit
Siapa sih yang gak tau sandal jenis ini ? Sandal jenis ini bisa dibilang paling praktis dan nyaman dipakai (asal gak putus aja hehehe…). Buat yang belum tau, sandal jepit memiliki tali berbentuk huruf ‘V’ yang menghubungkan bagian depan dan bagian belakang sandal. Bagian bawah sandal umumnya rata tanpa heels, sedangkan bagian atasnya tanpa penutup. Sandal ini dipakai dengan menempatkan poros bagian depan tali sandal di antara ibu jari dan telunjuk kaki supaya gak terlepas dari kaki pemakainya.

Sandal jepit di Amerika disebut sebagai flip-flops, thongs, atau beach sandal. Seusai Perang Dunia II, prajurit Amerika pulang ke tanah air mereka dengan membawa oleh-oleh sandal jepit dari Jepang. Bahkan semasa perang, prajurit Jepang juga membuat sandal dari ban bekas.

Sekadar trivia, ternyata ada sandal jepit yang harganya mencapai US$18.000 (http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/167076-ini-dia-sandal-jepit-termahal-di-dunia-cuma-rp150-juta.html) lho! What’s so special about these flip-flops? Ternyata sandal jepit ini dilukis dengan tangan oleh David Palmer, seniman asal Los Angeles. Hasil penjualan dari sandal jepit ini pun akan digunakan untuk tujuan amal, yaitu untuk menyelamatkan hutan hujan. Selain itu, kalau membeli sandal jepit ini kamu juga akan mendapat sertifikat keaslian dan tas eco-friendly dari Chipkos, bertemu langsung dengan sang seniman, serta menginap gratis selama 2 malam di Montage Hotel, Beverly Hills. 

Bakiak

Telapak sandal ini terbuat dari kayu dengan pengikat kaki terbuat dari ban bekas yang dipaku di kedua sisinya, sehingga tahan air serta suhu panas dan dingin. Sandal ini sangat populer terutama di masa krisis ekonomi karena harganya yang murah


Di Jawa Timur, bakiak disebut sebagai bangkiak, sementara di Sumatera Barat disebut sebagai terompa galuak. Diperkirakan bakiak terinspirasi dari Jepang dengan para geisha yang biasa memakai alas kaki dengan telapak kayu ini.

Dulu, bakiak masih belum banyak motif dan model, tetapi sekarang udah banyak kreasi-kreasi menarik yang dibuat para pengrajin bakiak buat mempertahankan supaya bakiak gak kalah terkenal (http://www.tokoon.com/Product/Detail/18115/0/0/2/kerajinan-bakiak-lukis-bunga-biru.html) dengan sandal-sandal zaman sekarang.

Klompen
Sandal berbentuk selop asal Belanda ini terbuat dari kayu yang tebal dan berat. Dalam bahasa Inggris, sandal ini disebut clog. Dulu klompen dikonotasikan dengan alas kaki murah yang sering dipakai para petani dan pekerja, tapi sekarang klompen mulai dianggap sebagai bagian dari fashion.

Klompen juga dipakai dalam berbagai gaya tarian. Saat dipakai, fitur yang paling signifikan adalah bunyi klompen yang beradu di lantai. Mirip seperti tap dancing, tapi bunyi yang dihasilkan berbeda.

Patten
Sandal ini mulai muncul di Eropa pada abad pertengahan (http://en.wikipedia.org/wiki/Patten_%28shoe%29) sampai awal abad ke-20. Sandal ini dipakai di luar ruangan dan berfungsi untuk melindungi kaki dari lumpur serta kotoran hewan, serta lebih sering dipakai oleh para budak pada masa itu.

Patten terbuat dari kayu dan alas metal, serta disangga dengan sabuk kulit atau kain. Dalam perkembangan fashion, patten telah berevolusi dan gak lagi jadi sebagai alas kaki biasa, tapi udah didesain sebagai trend masa kini.

Huarache
Sandal yang berasal dari Meksiko ini memiliki ciri khas berupa anyaman (http://en.wikipedia.org/wiki/Huarache_%28shoe%29) dengan materi kulit. Alas kaki ini sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu dan sangat terkenal di kalangan penduduk asli Meksiko.


Sandal ini mulai bervariasi pada tahun 1930. Penggunaan karet dari ban mobil untuk sol pada sandal ini pun jadi populer, mengingat harganya yang lebih murah.

Caligae
Sandal ini dulu sering dipakai oleh tentara legiun pada masa Kekaisaran Romawi, serta oleh semua jajaran termasuk perwira. Sandal ini menjadi simbol (http://en.wikipedia.org/wiki/Caligae) dari ekspansi kerajaan dan juga menjadi salah satu bagian busana paling simbolis dari budaya Romawi kuno.

Sandal yang tepat gak dipakai di luar ruangan oleh orang Romawi, melainkan sebagai alas kaki dalam ruangan. Bahkan terkadang sandal dibawakan oleh para budak untuk diganti saat acara tertentu, seperti perjamuan misalnya.

Paduka
Sandal ini merupakan alas kaki India (http://en.wikipedia.org/wiki/Paduka) yang paling tua dan klasik. Bentuknya pun sangat simple, hanya berupa sol dengan tonggak dan kenop untuk menyangga antara ibu jari dan telunjuk kaki. Tepatnya seperti sandal jepit tanpa tali. Gak kebayang gimana susahnya jalan dengan sandal ini hehehe…

Sandal ini dibuat mengikuti bentuk kaki dengan variasi bahan material, seperti kayu, gading, bahkan silver. Paduka yang terbuat dari kayu sederhana dipakai oleh masyarakat biasa, sementara paduka yang terbuat dari kayu jati, kayu hitam, dan kayu cendana, yang bertatahkan gading atau kawat biasa dipakai oleh masyarakat dengan status yang lebih tinggi.

Kira-kira itulah jenis-jenis sandal dari beberapa negara yang cukup terkenal. Sebenernya masih ada banyak lagi jenis-jenis sandal lainnya, tapi aku pilih yang bentuknya paling unik sekaligus paling terkenal. Kalau ada yang mau nambahin monggo lho…

Monday, September 16, 2013

Meminum Khasiat Beras Merah



Coba tebak, minuman apa yang paling populer di dunia setelah air mineral alias air putih? Soda? Kopi? Susu? Jawabannya ternyata simple: teh. Yup! Menurut Wikipedia, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia selain air putih. Selain populer, teh juga punya banyak jenis yang bisa dipilih, misalnya teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan masih banyak lagi. Tiap jenis teh punya khasiat yang beda-beda sesuai dengan kandungan nutrisi di dalamnya. Nah, baru-baru ini aku baca tentang teh jenis baru yang juga punya banyak khasiat, yaitu teh beras merah. Katanya sih, salah satu manfaat dari teh beras merah ini adalah mencegah kanker! Jadi penasaran, kan, pengen tau lebih banyak tentang minuman ini?

Walaupun disebut teh beras merah, tapi sebenarnya minuman ini nggak terbuat dari daun teh kayak teh hijau atau jenis teh lainnya. Sesuai namanya, teh beras alias rice tea dibuat dari beras, tepatnya beras yang disangrai sampai wangi kemudian dididihkan selama sekitar 10 menit. Setelah disaring, teh beras pun siap dinikmati! Teh bisa diminum tanpa tambahan gula atau pemanis lain. Tapi biar lebih enak sih mendingan ditambah sedikit gula, kali ya? Soalnya kalau tanpa gula, rasa beras di minuman ini terasa banget! Kalau yang belum terbiasa mungkin agak enek dengan minuman ini. Kalau kamu lagi mau mengurangi konsumsi gula, gula pasir bisa digantikan dengan gula Jawa atau gula rendah kalori, kok.

Teh beras merah ini nggak cuma ada di Indonesia aja lho. Di Korea, teh beras disebut dengan nama Hyeonmi cha. Minuman ini kadang juga dicampur dengan teh hijau dan disebut hyeonmi nokcha. 



Kalau di Indonesia, teh beras bisa dibuat dari beras merah ataupun beras hitam. Warna teh setelah diseduh nantinya tergantung pada beras yang dipakai. Kalau menggunakan beras merah, teh bakal berwarna merah, sedangkan kalau memakai beras hitam, warna teh akan berwarna hitam juga.


 
Terus gimana dengan manfaat teh beras yang tadi udah aku sebut? Apa iya teh beras berkhasiat mencegah kanker? Yang pasti sih, teh beras ini biasanya dibuat dari beras pecah kulit, yaitu beras yang hanya dikupas kulit terluarnya aja. Nah, karena cuma kulit luarnya yang dibuang, serat-serat pada beras jadi masih terjaga. 

Nutrisi pada serat ini deh yang bikin teh beras jadi sehat. Apalagi beras merah punya kandungan vitamin B paling lengkap dan paling banyak dibanding bahan makanan lainnya. Vitamin B ini penting banget untuk regenerasi syaraf, sehingga mencegah berbagai penyakit yang disebabkan gangguan syaraf! Udah gitu, beras merah emang lebih sehat daripada beras putih, karena indeks glikemik beras merah lebih rendah dibandingkan beras putih. Indeks glikemik sendiri adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan kadar gula darah dari kandungan karbohidrat yang terkandung dalam sebuah makanan atau minuman. Jadi boleh dibilang, beras merah sangat baik untuk penderita diabetes!



Manfaat dari teh beras gak cuma itu aja. Teh beras juga sumber antioksidan yang baik, menghambat penggumpalan sel darah, baik untuk diet dan pencernaan, membantu menurunkan kolesterol, meningkatkan stamina, serta mencegah diabetes. Banyak banget kan manfaat teh beras?

Waktu pertama kali dengar soal teh beras ini, rasanya langsung semangat mau nyobain. Tapi ternyata minuman kesehatan ini susah banget dicarinya! Soalnya banyak juga yang belum tau tentang teh beras dan manfaatnya. Tadinya udah sempet putus asa dan mulai browsing tentang cara bikin teh beras sendiri di rumah. Tapi kok ribet bener ya mesti ngesangrai beras merah dulu cuma buat minum teh beras doang? 

Untungnya akhirnya ketemu juga deh toko onlineyang jual teh beras ini Serunya, teh beras ini ditambah rasa jahe murni. Jadi rasanya gak terlalu enek lagi, deh. Bikinnya juga gampang banget. Tinggal diseduh air panas aja!

Hmm.. kayaknya sore ini enak nih kalau bikin pisang goreng buat temen nge-teh beras…