Showing posts with label Batik Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Batik Indonesia. Show all posts

Thursday, November 28, 2013

Tips Memilih Kain Batik

Batik itu keren. Kenapa batik itu keren? Soalnya walaupun merupakan warisan budaya lama, batik masih bisa tampil modern. Secara usia, batik memang bisa dibilang ‘tua’, karena menurut Wikipedia, batik di Indonesia dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit, bahkan sangat populer di akhir abad 18 dan awal abad 19. Walaupun begitu, batik juga bisa dibilang sebagai salah satu dari sedikit budaya tradisional yang bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dengan mudah. Batik bisa terlihat kasual maupun formal, bisa dipadukan dengan busana modern lain, dan bisa digunakan oleh laki-laki ataupun perempuan. Kurang keren apa lagi?

Tapi biar makin keren, batik harus dipakai dengan tepat. Aku pernah mengalami beberapa kasus saltum alias salah kostum gara-gara memakai batik dengan cara yang salah atau malah di acara yang salah. Tapi itu dulu. Sekarang sih aku udah tahu trik-trik untuk memilih batik yang benar. Aku share triknya berikut ini ya.

Yang harus diperhatikan saat memilih batik adalah warna, motif, serta jenis acara yang akan kamu kunjungi saat kamu mengenakan batik tersebut. Yang pertama, coba kita lihat dulu acara yang akan kamu kunjungi. Kalau batik digunakan untuk ke kantor, pilihlah batik dengan kombinasi warna gelap atau kombinasi warna pastel. Batik dengan corak geometris akan membuat pemakainya terlihat rapi dan formal. Tapi jangan lupa, sesuaikan juga corak geometrisnya dengan bentuk badan kamu. Motif geometris berukuran sedang atau kombinasi motif geometris besar dan kecil lebih cocok dengan proporsi tubuh yang agak besar.

Nah, untuk pemilihan bahan batik untuk kerja, bahan katun adalah pilihan yang paling cocok. Selain nyaman, katun memberikan kesan tegas dan rapi. Sedangkan untuk desain baju, desain yang sederhana akan memberi kesan professional. Tapi penggunaan aksesori seperti tali pinggang atau aksesori lainnya bisa kamu coba untuk mempercantik penampilan.
Add caption

Selain digunakan saat ke kantor, batik paling sering digunakan untuk pergi ke pesta perkawinan atau acara formal lainnya. Nah kalau pergi ke pesta, kamu bisa menggunakan batik dengan motif yang agak ‘heboh’, misalnya batik dengan kombinasi warna pastel dan gelap. Tapi pastinya pemilihan motifnya harus disesuaikan dengan bentuk tubuh ya. Motif yang cocok dipilih untuk acara formal biasanya adalah batik bermotif flora atau fauna dengan paduan warna cerah dan terang. Bahan yang digunakan bisa terbuat dari katun, sutra satin, crepe silk, atau tenun. Desain baju juga bisa kamu buat secantik mungkin.

Setelah mengetahui motif yang disesuaikan dengan acara yang akan kamu kunjungi, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan warna yang sesuai dengan warna kulit kamu. Pada dasarnya, ada 2 pengelompokan warna, yaitu warna dingin dan warna hangat. Kain batik juga memiliki 2 pengelompokan warna seperti ini. Contohnya seperti yang bisa dilihat di sini. Warna hangat adalah warna yang mengandung unsur kuning, seperti warna oranye, merah bata, keemasan, dll. Sedangkan warna dingin adalah warna yang mengandung unsur kebiruan, seperti pink, baby blue, abu-abu, rose beige, dll. Nah, sekarang tinggal menyesuaikan warna kulit kamu sesuai kelompok warna ini.

Untuk mengetahui kelompok warna yang sesuai dengan warna kulit kamu, coba sampirkan bahan baju di pundak kamu. Terus perhatikan efek warna tersebut pada wajah. Misalnya, kalau warna pink atau biru yang termasuk dalam kelompok warna dingin membuat wajah tampak cerah, berarti kamu cocok dengan warna dalam kelompok dingin pula. Tapi kalau warna hangat membuat kulit kamu lebih cerah, berarti sebaiknya kamu memilih warna hangat yang cocok saat memilih batik untuk dipakai.

Selain memperhatikan motif batik, desain baju yang kamu kenakan juga penting, lho. Coba perhatikan bentuk tubuh kamu, lalu sesuaikan dengan desain baju kamu:
  1.  Bentuk tubuh segitiga terbalik (tubuh bagian atas lebih besar dari bagian bawah): kurangi volume pakaian di bagian atas dan pilih warna gelap untuk atasan. Misalnya, kalau kamu memakai kebaya dan kain, pilih warna kain yang lebih terang dari warna kebaya.
  2.  Bentuk tubuh pir (tubuh bagian atas lebih kecil dari bagian bawah): pilih warna gelap untuk bawahan.

Udah tahu kan cara untuk tampil tepat dengan batik? Moga-moga kamu gak bakal salah kostum lagi ya. Ayo tampil keren dengan batik!



Sumber:
http://www.kabar24.com/inspirasi/read/20130211/27/141985/solusi-gaya-tips-memilih-batik-sesuai-warna-kulit-dan-bentuk-tubuh
http://jogja.tribunnews.com/2013/05/13/tips-memilih-batik-untuk-kerja-dan-ke-pesta/

Tuesday, August 20, 2013

Fakta Menarik Seputar Batik



Masih nggak tahu soal batik? Awas, bisa-bisa dibilang nggak nasionalis nanti sama orang-orang di Twitter! Hahaha! Motif tradisional yang satu ini emang bisa dibilang udah mendunia sih. Apalagi dengan digalakkannya pemakaian batik, dan sejak ada kasus bahwa batik mau diklaim oleh negara tetangga. Mulai deh tuh orang-orang ramai-ramai ngebelain batik.



Dibalik pamornya yang udah mulai masuk industri internasional, aku baru tahu kalau ternyata ada beberapa fakta menarik seputar batik. Nah, aku pengen bagi beberapa fakta menarik soal batik di sini. Siapa tahu aja kalian juga baru tahu kan? Hehehe.

1.      Ada yang tahu nggak sejarah nama batik dari mana? Ternyata, kata “batik” itu berasal dari gabungan dua bahasa Jawa, yaitu “amba”, yang artinya “menulis”, sama “titik”, yang artinya, ya “titik”.



2.      Batik adalah kerajinan yang punya nilai seni tinggi dan sudah jadi bagian dari budaya Indonesia sejak dulu. Perempuan Jawa di jaman dulu itu malah menjadikan keterampilan mereka membatik sebagai mata pencaharian. Nggak heran kalau dulu membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi perempuan. Sampai akhirnya ditemukan “batik cap”, yang memungkinkan pria untuk ikut membatik.

3.      Sehelai kain batik tulis yang ukurannya 2,5 meter, rata-rata membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk menyelesaikannya. Makin unik motif dan warnanya, jelas makin punya nilai tinggi.

4.      Dari mana batik memperoleh warnanya? Warna-warna itu diciptakan dari bahan-bahan alami seperti kayu tingi, secang, mahoni, jambal, tegeran, atau jelawe.

5.      Teknik batik hanya bisa diterapkan secara maksimal di atas bahan yang terbuat dari serat alami, seperti katun, sutra, dan wol. Kalau memaksa menggunakan teknik ini untuk kain berbahan serat buatan kayak polyester, hasilnya pasti nggak maksimal.

Gimana? Seru juga kan ternyata fakta-fakta tersembunyi seputar batik? Jangan ragu deh untuk ikut melestarikan budaya yang satu ini. Karena sudah diakui juga oleh dunia, bahwa batik itu keren dan punya nilai seni yang tinggi!

Batik tidak hanya bisa digunakan dalam bentuk pakaian saja seperti kemeja lho. Udah banyak pengrajin yang berkreasi menggunakan batik untuk produk lain, kayak tas misalnya. Gimana kalau bosan dengan motif batik tradisional yang gitu-gitu aja? Coba deh pakai batik dari daerah selain Jawa Tengah. Misalnya, coba pakai batik tulis Madura, yang lebih berani memadupadankan warna. 



Selain kemeja biasa, buat cowok-cowok yang masih ragu buat pakai batik nih, ada pilihan lain juga lho. Misalnya baju koko yangpunya motif batik. Ada kok yang jual batik kayak gini. Dan kayaknya pas banget ya buat dipakai saat lebaran.



Nah, gitu deh kira-kira beberapa hal menarik yang berhasil aku rangkum tentang kain khas negeri kita ini. Semakin aku kenal, semakin sayang aku sama batik. Kalau kalian punya fakta menarik lainnya tentang batik, yuk, di-share juga.