Showing posts with label Online Shooping. Show all posts
Showing posts with label Online Shooping. Show all posts

Tuesday, December 10, 2013

Go Green With Online Shopping

Weekend, dan nggak punya rencana apa-apa sama temen. Emang agak ngebosenin. Tapi buat aku hal itu cuma berarti satu, more free time to do the online shopping! Yes, bisa dibilang aku udah agak kecanduan nih sama aktivitas yang satu ini. Gimana bisa nggak kecanduan? Pilihan barangnya macam-macam, nggak makan waktu aku, dan harganya juga relatif lebih murah jika dibandingin sama toko offline. Semua barang yang aku pengen bisa aku beli. Tinggal tunggu, sampai deh di depan rumah.

Itu adalah salah satu keasyikan tersendiri dari online shopping. Tapi tahu gak, di salah satu toko tempat aku beli aksesoris rambut baru-baru ini, ternyata ada fakta baru yang menarik banget. Masa katanya online shopping itu eco-friendly sih? Di situ sih dibilangnya kalau dibandingin sama shopping dengan cara tradisional ya.

Hmmm, aku jadi mikir-mikir, dan mulai ngebanding-bandingin antara online shopping sama shopping biasa nih. Aku beranggapan, agak susah sih emang kalau langsung di-judge segimana eco-friendly online shopping itu. Emang sih, toko online itu nggak butuh space yang besar kayak toko biasa. Makanya juga cenderung lebih hemat energi. Tapi aku coba bandingin lagi antara online shopping sama kalau aku pergi ke mal.

Misalnya nih ya aku mau beli baju. Mana yang lebih eco-friendly antara aku beli baju ke mal, sama kalau aku beli bajunya di toko online. Kalau aku ke mal, udah pasti aku harus pakai kendaraan ke sananya. Misalnya aku pakai mobil pribadi deh. Coba aja kalkulasiin kalau semua orang berpikiran kayak aku, dan pakai mobilnya masing-masing buat ke mal? Sebanyak apa pencemaran lingkungannya coba?

Kalau belanja di toko online, aku cuma nunggu aja di rumah. Pihak tokoonline emang ngirimin ke rumah aku sih pakai kendaraan. Tapi kalau banyak orang di daerah rumah aku yang mesen ke toko itu, mereka akan nganter semua barang pesanan di daerah itu cuma dengan memakai satu kendaraan aja. Nah, di sini, online shopping udah lebih eco-friendly daripada shopping tradisional.

Sisanya, ya kayak yang aku bilang di atas. Kalau toko tradisional pasti makan lahan yang besar, dan makan energi yang besar banget. Buat pendingin ruangan lah, buat lampu-lampunya, buat segala macam teknologi hiburannya lah. Kalau tokoonline, mereka nggak perlu semua itu.


Nah, jadi, ikut aku go green with online shopping?

Monday, December 9, 2013

Social Shopping: Sensasi Terbaru dalam Berbelanja

Online shopping memang punya banyak keuntungan. Tapi berbeda halnya dengan traditional shopping atau berbelanja di toko, online shopping memang terasa agak individualis. Sebagai buyer, mungkin kita pengen sesuatu yang berbeda, kita pengen berbelanja secara kolaboratif layaknya traditional shopping. Maka dari itu, muncul konsep yang namanya social shopping.


Sebenernya apa sih social shopping itu? Jadi gini, kalau kita belanja di mal kan bisa bareng-bareng sama temen, pacar, atau keluarga. Nah, social shopping juga seperti itu. Bedanya, social shopping dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang ini. Boleh dibilang saat ini tren e-commerce sedang mengarah ke sana, soalnya collaborative shopping gak cuma bikin seneng kita-kita yang beli, tapi juga bikin seneng si penjual sendiri.

Sebagai pembeli, shopping bareng-bareng di mal tentu memiliki keasyikan tersendiri. Kita bisa ngobrol tentang barang-barang yang akan kita beli dengan teman-teman kita. Gak jarang kita bisa saling ngasih rekomendasi barang-barang menarik ketika berbelanja bersama-sama. Udah gitu, bisa ngegosip pula hehe…

Tapi, menurut aku, setidaknya ada 5 hal dalam social shopping yang diinginkan oleh para pembeli:
  • Kemampuan mengundang orang-orang terdekat untuk berbelanja bersama mereka secara online (yang lebih private).
  • Bisa belanja berdampingan sehingga seakan mereka sedang melihat produk yang sama dalam waktu bersamaan, tapi dengan kebebasan untuk menjelajah online shop lainnya secara terpisah. 
  • Kemampuan menempatkan produk dalam tas belanja virtual untuk membatasi opsi saat berbelanja dan membuat keputusaan berbelanja.
  • Bisa berkolaborasi secara real time dan serempak untuk mengakomodasi schedule yang padat, perbedaan waktu, dan lainnya. 
  • Kemampuan mengakses para stylist maupun ahli dalam sesi online shopping secara mudah untuk bertanya, meminta saran, dan sebagainya.

Di pihak penjual, social shopping juga memberikan keuntungan yang signifikan. Interaksi customer merupakan promosi yang efektif, dari mulut ke mulut. Dan promosi ini GRATIS. Bayangin aja, para pemilik situs e-commerce pasti akan menghemat budget sales jika social shopping ini sukses dijalankan.

Untuk kekurangannya sendiri, social shopping akan semakin membuat orang malas untuk berbelanja di luar. Walaupun namanya social shopping kalau kita terlalu sering berbelanja lewat internet, bakalan jadi anti-sosial dong? Menurut aku, tren ini perlu disikapi baik-baik. Soalnya kalau berlebihan, kita sendiri sebagai buyer yang bakalan rugi gara-gara perilaku kita. Jangan sampai social shopping ini ngalahin serunya belanja bareng temen-temen kita.

Sedangkan di pihak seller atau retailer, kerugian yang bisa ditimbulkan dari belanja jenis ini adalah mereka bisa saja terkena ledakan pesanan. Soalnya makin sukses social shopping bakal makin banyak orang yang membeli. Bagi bisnis dengan infrastruktur yang kurang memadai, ini bisa jadi masalah. Stok barang harus diperhatikan, begitu pula dengan jasa pengirimannya.

Nah, itu tadi pengertian, kelebihan, dan kekurangan social shopping. Kesimpulannya, internet telah menjadi platform global dalam interaksi sosial. Jika online seller ingin menciptakan keterikatan yang lebih mendalam dengan para buyer, mereka harus bisa menyesuaikan. Semoga pembahasanku kali ini gak bikin ngantuk ya! Hihihi…


Tuesday, August 20, 2013

Fakta Menarik Seputar Batik



Masih nggak tahu soal batik? Awas, bisa-bisa dibilang nggak nasionalis nanti sama orang-orang di Twitter! Hahaha! Motif tradisional yang satu ini emang bisa dibilang udah mendunia sih. Apalagi dengan digalakkannya pemakaian batik, dan sejak ada kasus bahwa batik mau diklaim oleh negara tetangga. Mulai deh tuh orang-orang ramai-ramai ngebelain batik.



Dibalik pamornya yang udah mulai masuk industri internasional, aku baru tahu kalau ternyata ada beberapa fakta menarik seputar batik. Nah, aku pengen bagi beberapa fakta menarik soal batik di sini. Siapa tahu aja kalian juga baru tahu kan? Hehehe.

1.      Ada yang tahu nggak sejarah nama batik dari mana? Ternyata, kata “batik” itu berasal dari gabungan dua bahasa Jawa, yaitu “amba”, yang artinya “menulis”, sama “titik”, yang artinya, ya “titik”.



2.      Batik adalah kerajinan yang punya nilai seni tinggi dan sudah jadi bagian dari budaya Indonesia sejak dulu. Perempuan Jawa di jaman dulu itu malah menjadikan keterampilan mereka membatik sebagai mata pencaharian. Nggak heran kalau dulu membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi perempuan. Sampai akhirnya ditemukan “batik cap”, yang memungkinkan pria untuk ikut membatik.

3.      Sehelai kain batik tulis yang ukurannya 2,5 meter, rata-rata membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk menyelesaikannya. Makin unik motif dan warnanya, jelas makin punya nilai tinggi.

4.      Dari mana batik memperoleh warnanya? Warna-warna itu diciptakan dari bahan-bahan alami seperti kayu tingi, secang, mahoni, jambal, tegeran, atau jelawe.

5.      Teknik batik hanya bisa diterapkan secara maksimal di atas bahan yang terbuat dari serat alami, seperti katun, sutra, dan wol. Kalau memaksa menggunakan teknik ini untuk kain berbahan serat buatan kayak polyester, hasilnya pasti nggak maksimal.

Gimana? Seru juga kan ternyata fakta-fakta tersembunyi seputar batik? Jangan ragu deh untuk ikut melestarikan budaya yang satu ini. Karena sudah diakui juga oleh dunia, bahwa batik itu keren dan punya nilai seni yang tinggi!

Batik tidak hanya bisa digunakan dalam bentuk pakaian saja seperti kemeja lho. Udah banyak pengrajin yang berkreasi menggunakan batik untuk produk lain, kayak tas misalnya. Gimana kalau bosan dengan motif batik tradisional yang gitu-gitu aja? Coba deh pakai batik dari daerah selain Jawa Tengah. Misalnya, coba pakai batik tulis Madura, yang lebih berani memadupadankan warna. 



Selain kemeja biasa, buat cowok-cowok yang masih ragu buat pakai batik nih, ada pilihan lain juga lho. Misalnya baju koko yangpunya motif batik. Ada kok yang jual batik kayak gini. Dan kayaknya pas banget ya buat dipakai saat lebaran.



Nah, gitu deh kira-kira beberapa hal menarik yang berhasil aku rangkum tentang kain khas negeri kita ini. Semakin aku kenal, semakin sayang aku sama batik. Kalau kalian punya fakta menarik lainnya tentang batik, yuk, di-share juga.

Friday, March 8, 2013

Budaya Online ala Anak Muda

Halo teman-teman.

Wah udah beberapa hari gak nulis blog nih, kali ini judulnya mungkin agak sedikit berat ya, hehehe..mengingat budaya online sudah melekat banget sama anak muda sekarang  *cielaah*

Tulisan ini gw buat gara-gara kemaren sempat reunian ama temen2 esempe gitu, awalnya sih kangen2an eh lama malah pada sibuk ama gadget masing-masing Wuuuooohhh!

Nyampe rumah gw langsung browsing donk, eh gak taunya di forum-forum juga pada ngalamin kayak gitu. malah ada satu forum yang ketika gathering gak boleh bawa hape! nah loh.

Kebiasaan seperti ini karena perkembangan teknologi terutama pada perangkat mobile sudah semakin maju, malah melupakan yang ada di dunia real!

Bener juga joke ini, 'Gadget itu mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat!'

LDRan donk ciiiin kalo reunian...hehee



Nah gimana menurut teman2, apakah budaya online seperti ini akan terus melekat pada generasi muda seperti kita? di tunggu jawabannya ya....

Salam Super..
*ala mario gak teguh :D