Showing posts with label Toko online. Show all posts
Showing posts with label Toko online. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

Apa yang Tidak Bisa Didapat di Online Shopping

Yang namanya kaum hawa, pasti hobinya gak jauh-jauh dari yang namanya shopping. Apalagi sekarang kegiatan shopping udah makin praktis dengan adanya opsi online shopping. Kita jadi gak perlu ninggalin rumah buat beli barang yang kita mau, belanja bisa dilakuin di mana pun dan kapan pun (paling siap-siap kaget aja pas liat tagihan kartu kredit tiap bulannya hehehe).


Kelebihan-kelebihan online shopping memang cukup banyak, apalagi buat anak-anak muda penggemar barang-barang baru yang seringkali belum tersedia di area tempat tinggal mereka. Tapi bukan berarti online shopping bisa menggantikan traditional shopping alias belanja di toko begitu aja. Masih ada beberapa hal yang gak bisa kita dapetin melalui online shopping dan cuma bisa kita dapetin dengan berbelanja lewat cara lama, contohnya:
  1. Bisa coba sebelum beli
    Saat kita mau membeli pakaian baru, terutama
    brand baru, penting buat kita untuk coba dulu. Karena bentuk tubuh semua orang yang berbeda, jadi gak semua brand pakaian akan cocok di kita. Belum lagi kalo ukuran tubuh kita berbeda dibanding sebelumnya. Selain itu, kita juga bisa liat bahan pakaian yang kita mau secara langsung, bukan hanya sekadar liat fotonya di online shop. Intinya, belanja di toko gak bikin kita seperti membeli kucing dalam karung.
  2. Lebih akurat
    Karena kita bisa melihat langsung barang yang mau kita beli, kita jadi gak perlu mengira-ngira berapa ukuran dari barang tersebut. Terlebih suka ada foto-foto barang dagangan yang diambil dari Google, maka barang yang ada di foto bisa berbeda dengan barang aslinya.
  3. Lebih sedikit penyesalan
    Hampir semua
    online shoppers pasti pernah menyesal beli barang online dan pingin mengembalikan ke penjualnya. Kebanyakan toko punya peraturan sendiri perihal pengembalian barang yang udah dibeli. Sedangkan kalo mau mengembalikan barang yang dibeli online pasti butuh waktu dan proses yang lama. Bahkan mereka bisa jadi gak bersedia menerima lagi barang yang udah kita beli atau mungkin cuma mengembalikan sebagian uang kita, dan seringkali kita yang harus keluar uang untuk biaya pengiriman barang yang mau kita kembalikan. Maka dari itu, sebelum belanja online, baca benar-benar ketentuan pengembalian barang yang tertera di situs. Kalo sekiranya gak masuk akal, lebih baik belanja di toko aja.
  4.  Tidak perlu menunggu
    Meskipun belanja
    online terlihat lebih praktis, tapi saat kita belanja di toko, kita gak perlu menunggu lama sampai barang kita tiba di rumah. Belum lagi kalo ada masalah dengan pengiriman barang online, seperti keadaan cuaca yang gak bersahabat, kendala teknis, salah alamat, bahkan adanya kemungkinan barang yang kita beli hilang dalam proses pengiriman. Buat para online shoppers, pastikan online shop tempat kamu memesan barang memiliki reputasi yang baik, dan seberapa sering mereka melakukan kesalahan dalam proses pengiriman.
  5.  Lebih masuk akal
    Karena gak semua barang bisa dibeli online, seperti misalnya parfum. Gak mungkin banget kan kita bisa tau wangi sebuah parfum lewat internet? Kita harus datang ke toko buat tahu seperti apa wangi parfum yang mau kita beli.




Itu dia kurang lebih hal-hal yang gak bisa kita dapatkan saat kita belanja melalui online shop. Ada yang pernah punya pengalaman seru (atau malah buruk) saat online shopping?  Yuk di-share aja!

Tuesday, December 10, 2013

Go Green With Online Shopping

Weekend, dan nggak punya rencana apa-apa sama temen. Emang agak ngebosenin. Tapi buat aku hal itu cuma berarti satu, more free time to do the online shopping! Yes, bisa dibilang aku udah agak kecanduan nih sama aktivitas yang satu ini. Gimana bisa nggak kecanduan? Pilihan barangnya macam-macam, nggak makan waktu aku, dan harganya juga relatif lebih murah jika dibandingin sama toko offline. Semua barang yang aku pengen bisa aku beli. Tinggal tunggu, sampai deh di depan rumah.

Itu adalah salah satu keasyikan tersendiri dari online shopping. Tapi tahu gak, di salah satu toko tempat aku beli aksesoris rambut baru-baru ini, ternyata ada fakta baru yang menarik banget. Masa katanya online shopping itu eco-friendly sih? Di situ sih dibilangnya kalau dibandingin sama shopping dengan cara tradisional ya.

Hmmm, aku jadi mikir-mikir, dan mulai ngebanding-bandingin antara online shopping sama shopping biasa nih. Aku beranggapan, agak susah sih emang kalau langsung di-judge segimana eco-friendly online shopping itu. Emang sih, toko online itu nggak butuh space yang besar kayak toko biasa. Makanya juga cenderung lebih hemat energi. Tapi aku coba bandingin lagi antara online shopping sama kalau aku pergi ke mal.

Misalnya nih ya aku mau beli baju. Mana yang lebih eco-friendly antara aku beli baju ke mal, sama kalau aku beli bajunya di toko online. Kalau aku ke mal, udah pasti aku harus pakai kendaraan ke sananya. Misalnya aku pakai mobil pribadi deh. Coba aja kalkulasiin kalau semua orang berpikiran kayak aku, dan pakai mobilnya masing-masing buat ke mal? Sebanyak apa pencemaran lingkungannya coba?

Kalau belanja di toko online, aku cuma nunggu aja di rumah. Pihak tokoonline emang ngirimin ke rumah aku sih pakai kendaraan. Tapi kalau banyak orang di daerah rumah aku yang mesen ke toko itu, mereka akan nganter semua barang pesanan di daerah itu cuma dengan memakai satu kendaraan aja. Nah, di sini, online shopping udah lebih eco-friendly daripada shopping tradisional.

Sisanya, ya kayak yang aku bilang di atas. Kalau toko tradisional pasti makan lahan yang besar, dan makan energi yang besar banget. Buat pendingin ruangan lah, buat lampu-lampunya, buat segala macam teknologi hiburannya lah. Kalau tokoonline, mereka nggak perlu semua itu.


Nah, jadi, ikut aku go green with online shopping?

Monday, December 9, 2013

Social Shopping: Sensasi Terbaru dalam Berbelanja

Online shopping memang punya banyak keuntungan. Tapi berbeda halnya dengan traditional shopping atau berbelanja di toko, online shopping memang terasa agak individualis. Sebagai buyer, mungkin kita pengen sesuatu yang berbeda, kita pengen berbelanja secara kolaboratif layaknya traditional shopping. Maka dari itu, muncul konsep yang namanya social shopping.


Sebenernya apa sih social shopping itu? Jadi gini, kalau kita belanja di mal kan bisa bareng-bareng sama temen, pacar, atau keluarga. Nah, social shopping juga seperti itu. Bedanya, social shopping dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang ini. Boleh dibilang saat ini tren e-commerce sedang mengarah ke sana, soalnya collaborative shopping gak cuma bikin seneng kita-kita yang beli, tapi juga bikin seneng si penjual sendiri.

Sebagai pembeli, shopping bareng-bareng di mal tentu memiliki keasyikan tersendiri. Kita bisa ngobrol tentang barang-barang yang akan kita beli dengan teman-teman kita. Gak jarang kita bisa saling ngasih rekomendasi barang-barang menarik ketika berbelanja bersama-sama. Udah gitu, bisa ngegosip pula hehe…

Tapi, menurut aku, setidaknya ada 5 hal dalam social shopping yang diinginkan oleh para pembeli:
  • Kemampuan mengundang orang-orang terdekat untuk berbelanja bersama mereka secara online (yang lebih private).
  • Bisa belanja berdampingan sehingga seakan mereka sedang melihat produk yang sama dalam waktu bersamaan, tapi dengan kebebasan untuk menjelajah online shop lainnya secara terpisah. 
  • Kemampuan menempatkan produk dalam tas belanja virtual untuk membatasi opsi saat berbelanja dan membuat keputusaan berbelanja.
  • Bisa berkolaborasi secara real time dan serempak untuk mengakomodasi schedule yang padat, perbedaan waktu, dan lainnya. 
  • Kemampuan mengakses para stylist maupun ahli dalam sesi online shopping secara mudah untuk bertanya, meminta saran, dan sebagainya.

Di pihak penjual, social shopping juga memberikan keuntungan yang signifikan. Interaksi customer merupakan promosi yang efektif, dari mulut ke mulut. Dan promosi ini GRATIS. Bayangin aja, para pemilik situs e-commerce pasti akan menghemat budget sales jika social shopping ini sukses dijalankan.

Untuk kekurangannya sendiri, social shopping akan semakin membuat orang malas untuk berbelanja di luar. Walaupun namanya social shopping kalau kita terlalu sering berbelanja lewat internet, bakalan jadi anti-sosial dong? Menurut aku, tren ini perlu disikapi baik-baik. Soalnya kalau berlebihan, kita sendiri sebagai buyer yang bakalan rugi gara-gara perilaku kita. Jangan sampai social shopping ini ngalahin serunya belanja bareng temen-temen kita.

Sedangkan di pihak seller atau retailer, kerugian yang bisa ditimbulkan dari belanja jenis ini adalah mereka bisa saja terkena ledakan pesanan. Soalnya makin sukses social shopping bakal makin banyak orang yang membeli. Bagi bisnis dengan infrastruktur yang kurang memadai, ini bisa jadi masalah. Stok barang harus diperhatikan, begitu pula dengan jasa pengirimannya.

Nah, itu tadi pengertian, kelebihan, dan kekurangan social shopping. Kesimpulannya, internet telah menjadi platform global dalam interaksi sosial. Jika online seller ingin menciptakan keterikatan yang lebih mendalam dengan para buyer, mereka harus bisa menyesuaikan. Semoga pembahasanku kali ini gak bikin ngantuk ya! Hihihi…


Monday, September 2, 2013

Yuk, Pilih Sprei Berdasarkan Warna!



Pernah kepikiran nggak sih, kalau warna sprei yang kita pakai di tempat tidur, berpengaruh sama kualitas tidur kita? Atau justru menurut kalian, warna sprei yang kita pilih dan pakai itu hanya sebagai perwakilan dari kepribadian kita aja?

Nggak ada yang salah dengan dua-duanya sih. Memang udah pasti kalau warna sprei yang kita pilih itu berhubungan sama karakteristik atau kepribadian kita. Masa mau sih pakai sprei yang warnanya kita nggak suka? Nggak mungkin, kan?



Nah, ternyata nih, warna-warna sprei ini punya pengaruh sama tidur kita lho. Paling nggak, aku percaya akan hal itu. Soalnya emang warna kan punya karakteristiknya sendiri yang diwakilin. Jadi pastinya punya efek tersendiri sama diri kita, baik saat sadar maupun nggak sadar.

Yuk, kita bedah bareng-bareng karakter yang diwakilin sama warna-warna yang ada. Emang nggak semua warna bakal aku bahas sih. Tapi lumayan lah untuk di-share, hehehe.

Misalnya merah. Warna ini tuh punya vibration yang lebih ke arah energi, passion,hasrat, kekuatan, dan cinta. Nggak heran kalau warna ini dianggap mewakili perasaan atau sifat menggebu-gebu. Cocok untuk mereka yang sudah menikah hehe. Tapi untuk perempuan single cocok juga, lho. Soalnya merah juga melambangkan romantisme. Siapa tau bisa mimpi yang romantis hehe.



Kalau kuning, ini lebih santai. Kebahagiaan, optimisme, idealisme, imajinasi, dan harapan terwakili banget di sini. Boleh dibilang warna kuning memiliki banyak efek positif. Jadi bagi yang mungkin seharian capek pikiran bisa coba tidur di atas sprei dengan warna ini.

Biru? Perasaan tuh tenang, damai, kalem, stabil, harmonis. Warna ini juga melambangkan kepercayaan, keamanan, kebersihan, dan loyalitas. Warna ini merupakan salah satu warna universal dan lumayan cocok dipakai oleh siapapun karena membawa efek yang menenangkan.

Nah, kalau yang suka go green, hijau itu benar banget melambangkan alam, lingkungan hidup, dan jiwa muda. Bagi yang punya sprei warna ini, pasti bakal serasa tidur di atas rumput.



Putih paling banyak dipakai sama orang. Soalnya warna ini emang membawa nuansa bersih, pure, simpel, innocent dan sejuk.

Kalau hitam, justru menunjukkan kekuatan, formalitas, dan rasa elegan, tapi penuh ketakutan, ketidakbahagiaan, kemarahan, dan kesedihan. So, hati-hati memilih warna ini ya…

Nah, kalau udah dijelasin kayak gini, tinggal dipilih aja warna sprei yang sesuai sama karakter kalian masing-masing. Salah satunya ini, silahkan dicoba ya! Pastiin juga kalian suka secara personal dengan warna pilihan kalian. Jangan justru jadi maksain warnanya, mentang-mentang pengen dianggap gimana gitu, hehehe.

Tuesday, August 20, 2013

Fakta Menarik Seputar Batik



Masih nggak tahu soal batik? Awas, bisa-bisa dibilang nggak nasionalis nanti sama orang-orang di Twitter! Hahaha! Motif tradisional yang satu ini emang bisa dibilang udah mendunia sih. Apalagi dengan digalakkannya pemakaian batik, dan sejak ada kasus bahwa batik mau diklaim oleh negara tetangga. Mulai deh tuh orang-orang ramai-ramai ngebelain batik.



Dibalik pamornya yang udah mulai masuk industri internasional, aku baru tahu kalau ternyata ada beberapa fakta menarik seputar batik. Nah, aku pengen bagi beberapa fakta menarik soal batik di sini. Siapa tahu aja kalian juga baru tahu kan? Hehehe.

1.      Ada yang tahu nggak sejarah nama batik dari mana? Ternyata, kata “batik” itu berasal dari gabungan dua bahasa Jawa, yaitu “amba”, yang artinya “menulis”, sama “titik”, yang artinya, ya “titik”.



2.      Batik adalah kerajinan yang punya nilai seni tinggi dan sudah jadi bagian dari budaya Indonesia sejak dulu. Perempuan Jawa di jaman dulu itu malah menjadikan keterampilan mereka membatik sebagai mata pencaharian. Nggak heran kalau dulu membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi perempuan. Sampai akhirnya ditemukan “batik cap”, yang memungkinkan pria untuk ikut membatik.

3.      Sehelai kain batik tulis yang ukurannya 2,5 meter, rata-rata membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk menyelesaikannya. Makin unik motif dan warnanya, jelas makin punya nilai tinggi.

4.      Dari mana batik memperoleh warnanya? Warna-warna itu diciptakan dari bahan-bahan alami seperti kayu tingi, secang, mahoni, jambal, tegeran, atau jelawe.

5.      Teknik batik hanya bisa diterapkan secara maksimal di atas bahan yang terbuat dari serat alami, seperti katun, sutra, dan wol. Kalau memaksa menggunakan teknik ini untuk kain berbahan serat buatan kayak polyester, hasilnya pasti nggak maksimal.

Gimana? Seru juga kan ternyata fakta-fakta tersembunyi seputar batik? Jangan ragu deh untuk ikut melestarikan budaya yang satu ini. Karena sudah diakui juga oleh dunia, bahwa batik itu keren dan punya nilai seni yang tinggi!

Batik tidak hanya bisa digunakan dalam bentuk pakaian saja seperti kemeja lho. Udah banyak pengrajin yang berkreasi menggunakan batik untuk produk lain, kayak tas misalnya. Gimana kalau bosan dengan motif batik tradisional yang gitu-gitu aja? Coba deh pakai batik dari daerah selain Jawa Tengah. Misalnya, coba pakai batik tulis Madura, yang lebih berani memadupadankan warna. 



Selain kemeja biasa, buat cowok-cowok yang masih ragu buat pakai batik nih, ada pilihan lain juga lho. Misalnya baju koko yangpunya motif batik. Ada kok yang jual batik kayak gini. Dan kayaknya pas banget ya buat dipakai saat lebaran.



Nah, gitu deh kira-kira beberapa hal menarik yang berhasil aku rangkum tentang kain khas negeri kita ini. Semakin aku kenal, semakin sayang aku sama batik. Kalau kalian punya fakta menarik lainnya tentang batik, yuk, di-share juga.

Friday, July 19, 2013

Jangan Repot Soal Sahur



Wah, tidak terasa sudah bulan Ramadan lagi. Pasti bakal repot-repot asyik lagi nih bikin-bikin sahur, buka puasa di rumah, buka bareng teman-teman, sama sahur on the road! Eh, masih boleh nggak sih ya sahur on the road? Hihihi.

Sahur tuh jadi yang paling seru deh. Biasanya ada aja masalah dan kesulitan yang muncul pas lagi nyiapin sahur. Awal bulan puasa sih pasti masih lancar-lancar aja. Tapi begitu masuk pertengahan bulan puasa, mulai deh tuh ada aja konflik-konflik yang bikin makan sahur kadang jadi berantakan.

Soalnya emang sahur itu agak tricky menurut gue. Pas lagi tidur, tiba-tiba bangun di waktu pagi buta gitu, pasti ada aja yang kelewatan. Nah, aku mau share tips seputar nyiapin sahur supaya nggak lagi kerepotan. Karena ternyata banyak kok caranya untuk mensiasati keterbatasan waktu yang ada.



Pertama nih, tentuin aja dulu menunya. Bisa aja merancang menu selama sebulan penuh, atau paling nggak pikirin rotasi menu dalam rentang waktu per 10 hari. Kalau bikin rancangan kayak gini, jadi udah nggak harus mikir panjang lagi kan pas lagi belanja atau pas mau masak?

Urusan nentuin menunya juga harus diperhatiin nih. Pilih aja makanan-makanan praktis yang gampang dimasak dan nggak makan waktu. Misalnya tumis sayuran, cah daging, atau ayam dan ikan goreng aja. Praktis dan efisien pastinya.

Terus, nggak ada salahnya juga milih frozen food atau stok lauk yang terhitung tahan lama kalau disimpan. Frozen food tetap menyenangkan buat dimakan kok, asal nggak keseringan aja. Nyarinya juga gampang kan? Hampir di tiap mini market udah ada. Stok lauk tahan lama juga bisa jadi pilihan tepat. Misalnya kayak kering tempe, kering kentang, abon, atau rendang daging. Jadinya tinggal dihangatin aja tiap mau sahur.

Bisa juga memilih lauk yang dikalengkan seperti sarden, kornet atau bahkan gudeg, nah lo? Eit jangan salah! Untuk yang belum tahu, sekarang ada lho yang namanya gudeg kalengan. Ada beberapa gudeg kalengan yang beredar, yang paling oke rasanya menurutku adalah Gudeg Bu Tjitro 1925. Lekker-nya gak kalah dengan gudeg yang disajikan langsung di kedai-kedai gudeg di Yogyakarta. Gudeg kaleng ini memang menjadi pilihan untuk sahur praktis karena selain rasanya mengundang selera, penyajiannya pun praktis dan cepat, serta bisa disimpan dalam waktu cukup lama. Nah, gimana? Semoga tipsnya bisa menjadikan puasa kamu tahun ini makin nikmat dan makin penuh ibadah. Selamat mencoba.

Eh, buat yang mau tau bentuk gudegnya kayak gini ya....