Monday, June 24, 2013

Nyobain nikmatnya cookies coklat, Yummyy!!

Coklat. Siapa yang nggak tahu coklat? Pasti semua tahu coklat dong? Dan hampir semua orang suka coklat. Dulu, aku mikirnya ini adalah makanan yang manis. Tapi ternyata bahan dasarnya tuh pahit banget! Pernah nggak makan coklat asli? Yang belum ada kandungan pemanisnya? Wiiihh!! Pahit banget! Tapi emang sih, sensasi khas pahitnya coklat itu justru yang bikin banyak orang ketagihan. Buat aku, rasa pahit after taste-nya coklat setelah lumer di mulut justru bisa bikin jadi relaks.




 Kalau coklat yang udah diolah sih udah pasti enak banget rasanya. Dan pastinya bikin banyak orang ketagihan. Udah gitu, coklat juga punya banyak manfaat. Aku pernah baca artikel yang bilang kalau coklat itu punya antioksidan tinggi. Selain itu bisa juga buat mencegah dan melawan kanker. Dan yang paling sering dibilang sama orang-orang nih, makan coklat itu bisa menghilangkan stress! Baik itu coklat batangan, kue coklat, atau minuman coklat panas, semua mampu menghilangkan stres lho! Menurut penelitian, coklat mampu memicu hormon-hormon pembuat rasa senang dan rileks. Makanya coklat cocok banget buat bersantai di tengah kesibukan.

Buat yang belum tahu, jenis-jenisnya coklat itu ada banyak lho. Yang paling banyak beredar dan siap disantap itu biasanya milk chocolate, dan white chocolate. Kayak namanya, milk chocolate itu adalah coklat yang udah dicampur bubuk susu, susu cair, atau condensed milk. Sementara white chocolate itu adalah gabungan dari gula, susu, dan cocoa butter.


Nggak cuma itu, masih ada lagi yang namanya coklat tanpa pemanis, atau coklat pahit. Biasanya, coklat jenis ini dipakai dalam bahan masakan. Ada yang udah berbentuk coklat batang, tapi ada juga yang bentuknya coklat bubuk. Pernah dengar dark chocolate? Biasa disebut juga black chocolate, jenis coklat yang satu ini diproduksi dengan menambahkan lemak dan sedikit sekali gula di di bahan dasarnya, yaitu cocoa. Jadinya, ada dark chocolate yang benar-benar pahit, tapi ada juga yang sedikit manis. Karena memang aturan untuk kadar gula dan cocoa di dark chocolate berbeda-beda di tiap negara.


Olahan coklat yang paling sering aku beli tuh cookies. Soalnya selain gampang dibawa ke mana-mana, cookies coklat tuh punya rasa yang khas banget. Kering, garing, crunchy, crispy, tapi tetap flavorful. Udah gitu, variasi rasanya juga lumayan banyak kan. Ada yang di atasnya dikasih chocochip, ada yang di-blend pake aroma cinnamon, ada juga yang di dalamnya diisi macam-macam rasa, misalnya rasa buah kayak apel, jeruk, labu, sampai rasa yang enak banget kayak butter, yang nge-blend sempurna dengan rasa coklatnya.

Baru-baru ini, aku nyobain beli cookies coklat yang rasanya menurut aku enak dan unik. Kenapa unik? Soalnya toko tempat aku beli cookies coklat ini punya banyak pilihan rasa. mereka punya cookies coklat bermacam-macam rasa. Ada coklat isi strawberry, coklat isi lemon, apel, blueberry, dan yang paling aku suka tuh coklat mix. Soalnya mereka mencampurkan semua rasa buah yang mereka punya, ke dalam satu cookies coklat!


Penasaran di mana tempatnya? Gampang dicarinya kok! Soalnya aku beli di toko online! Hehehe. Nama tokonya adalah EmmaCookies. Nah, cookies coklat dia nih khas banget. Segala macam variasi rasa yang ada nggak cuma sekadar ditempel di atas cookies-nya aja. Mereka mengisi cookies-nya dengan berbagai rasa yang segar. Jadi bisa dibilang, mereka bikin chocolate cookies tipe filling gitu. Variasi cookies kayak gini yang menurut aku punya cita rasa tersendiri. Soalnya kan mereka memadukan renyahnya cookies dengan kelembutan dan rasa khas coklat  yang siap untuk lumer di dalam mulut.

Ngomong-ngomong, ada yang tahu nggak, kapan pertama kali cookies diciptakan? Awal mula cookies itu muncul di abad ke tujuh, tepatnya di Persia, atau yang sekarang menjadi negara Iran. Cookies ditemukan setelah masyarakat Persia mulai terbiasa menggunakan gula di tiap masakan mereka. Baru di abad 14, cookies meluas sampai ke daratan Eropa, dan mendapat sebutan “koekje”, dari Bahasa belanda, yang berarti kue kecil. Nama cookies baru muncul di abad 17, tepatnya saat cemilan jenis baru ini tiba di dataran Amerika, yang saat itu masih dikuasai oleh Inggris.

Di perjalanan berkembangnya cookies, para pembuatnya tidak hanya sekadar menambahkan gula saja. Melainkan mulai mencoba-coba dengan mencampur butter, rempah-rempah, buah-buahan, sampai biji-bijian. Sampai akhirnya cookies memiliki variasi yang luar biasa banyaknya di tiap negara, kayak sekarang ini.

Perpaduan rasa segar buah sama coklat? Heaven’s on earth!

Setuju??

Wednesday, June 5, 2013

Kue Pia Paling Enak di Internet


Duh! Aku tuh emang nggak bisa ya yang namanya jauh dari cemilan! Di mana aja, kapan aja, aku pasti nyari cemilan deh. Nggak di kantor, nggak di rumah. Malahan, kalau lagi pergi sama teman-temanku aja, aku suka tiba-tiba ngeloyor gitu aja kalau ada cemilan yang kayaknya enak.

Belakangan ini, aku lagi suka banget makan pia. Rasanya enak ya ternyata? Crunchy-crunchy gimanaaa gitu. Udah gitu, nggak repot juga kalau mau dibawa-bawa, Pas banget lah buat aku.

Sempat nemu di Wikipedia tentang kue panggang super enak yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula dan terbungkus tepung ini, awalnya dikenal dengan sebutan bakpia. Istilah bakpia sendiri berasal dari dialek Hokkian, dari kata “bak” yang artinya daging [umumnya babi] dan “pia” yang berarti kue. Secara harfiah bisa diartikan roti isi daging.


Bakpia termasuk kuliner yang cukup populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup terkenal kelezatannya berasal dari Pathok, Jogjakarta.  Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, kumbu hitam dan lainnya. Walaupun nama bakpia sudah sangat melekat dan dikenal luas untuk sebutan kue ini, namun tidak sedikit orang juga mulai menyebutnya dan lebih mengenalnya dengan kue pia atau pia saja.


Sebetulnya ada 2 macam kue pia yang bisa kita jumpai. Pia yang aku ceritakan di atas adalah  pia kering yang kulitnya berlapis-lapis seperti pastry dan yang kedua adalah pia basah. Pia basah ini sebetulnya lebih mirip roti, tapi karena dipanggang di kedua sisinya sehingga bentuknya jadi seperti pia, maka dinamakan pia basah. Keduanya sama-sama enak, tapi aku pribadi lebih suka si crunchy pia kering.


Nah, repotnya, gak banyak yang jual pia kering di Jakarta. Ada beberapa toko kue yang aku datengin, eh mereka nggak jual pia. Sebel! Akhirnya aku coba browsing di internet! Ternyata ada lho toko-toko online yang jual pia! Jadi, nggak usah muter-muter lagi nyari pia, tinggal order aja, nanti dianterin ke kantor atau rumah aku!

Jujur nih, aku udah nyobain beberapa toko online yang jual pia. Ada yang enak, ada yang biasa aja, malah ada yang nggak banget! Tapi, aku udah nemu nih kue pia paling enak di internet!

Waktu itu aku nggak sengaja nemu toko ini di internet. Hmmm, nama tokonya apa ya? Pia Jepun Bali deh kalau nggak salah. Pia di toko ini yang paling enak yang pernah aku cobain selama aku beli kue pia di internet! Udah gitu, toko pia yang ini punya pilihan kue pia yang banyak! Ada yang rasa susu keju, coklat kacang, coklat mint, strawberry, sama ubi ungu! Favorit aku sih yang susu keju, sama ubi ungu! Unik ya, kue pia, crispy gitu, isinya ubi ungu?!

Beberapa hari yang lalu aku baru beli lagi dari Pia Jepun Bali. Sekalian aja aku beli banyak. Aku beli yang susu keju 2, ubi ungu 1, sama coklat kacang 1. Lumayan buat stok di kantor sama di rumah!