Monday, December 23, 2013

Mengolah Oatmeal Supaya Nggak Hambar

Kayaknya gak lengkap ya kalau jadi cewe tapi belum pernah mencoba diet sama sekali? Demi menjaga bentuk tubuh ideal, gak jarang cewe-cewe mau ngelakuin apa aja, contohnya bikin menu makan yang ketat dan sehat.

Oatmeal biasanya jadi primadona nih buat yang lagi diet, atau yang lagi pengen ngejalanin pola hidup sehat. Menu sarapan ini emang oke sih. Soalnya makanan ini termasuk rendah lemak dan dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

Tapi gak enaknya, oatmeal kurang bersahabat di lidah!

Harus diakui emang kalau rasa oatmeal itu agak aneh, hambar! Tapi bukan berarti nggak bisa dimakan dong. Yang diperluin cuma ide-ide brilian untuk mengolahnya jadi lebih enak di lidah aja, hehehe.

Beberapa orang menambahkan air dan juga susu untuk membuat rasa oatmeal menjadi lebih diterima di lidah. Tapi kalau mau lebih kreatif, banyak cara yang bisa dipakai untuk menambah rasa oatmeal. Nih aku kasih cara dan bahan-bahannya! Simple kok ;)

Saus Cokelat
Salah satu cara paling simpel untuk menambah rasa oatmeal. Tambahan saus cokelat ini pas banget kalau lagi makan oatmeal pakai susu. Soalnya walaupun masih pake susu, kadang oatmeal masih terasa hambar. Nah, saus cokelat ini bisa ditambahkan ke dalamnya untuk sensasi rasa yang manis dan legit. Dijamin rasa oatmeal-nya pasti lebih menarik!

Buah/Sirup
Mau ngerombak abis-abisan rasa oatmeal pas sarapan? Tambahin aja beberapa potong buah ke dalamnya. Lebih mantap lagi kalau buahnya tuh buah yang berair, kayak apel, mangga, semangka, anggur, strawberry, atau kiwi. Rasa yang masuk ke mulut bakal jadi beda 100 persen! Kalau lagi nggak ada buah di rumah, bisa juga tambahin beberapa sendok sirup buah ke dalamnya.


Jadikan Topping
Nah, sekarang oatmeal-nya justru dijadiin topping. PIlihan aku sih, oatmeal dijadiin topping di menu salad. Mau itu salad buah atau salad sayuran, coba deh ditambahin oatmeal. Kalau mau lebih nikmat lagi, tambahin sedikit whipped cream, buah delima, atau strawberry.

Kacang-kacangan/buah kering
Ini nih salah satu trik paling klasik. Oatmeal dicampur kacang-kacangan atau buah kering itu jodoh kayak match made in heaven. Nikmat banget! Untungnya lagi, bikin tambah sehat juga. Mau itu almond, kacang mete, kismis, aprikot, walnut, sampai pistachio, semuanya cocok!



Oat Chaat
Gimana kalau oatmeal dijadiin cemilan? Kenapa nggak? Cobain deh buat dibikin chaat, snack yang berasal dari India. Caranya, campur oatmeal sama sayuran seperti timun yang dicincang, bawang, paprika, cabai hijau dan tomat. Diaduk rata dulu, sebelum ditambahin bumbu perasa sedikit, dan tambahan jus lemon. Kalau pengen lebih kenyang lagi, tambahin aja susu sedikit. Pas!

Pancake
Bosan makan oatmeal dengan cara gitu-gitu aja? Sekali-sekali dibikin jadi pancake aja! Aku suka bikin kayak gini nih kalau lagi weekend. Pancake gandum kayak gini tetap nikmat kok. Tinggal pilih topping yang pas sesuai selera aja. Di-combo sama kopi atau teh, makin nikmat!


Untuk resep lebih detailnya bisa dicari di internet ya, banyak banget variasinya kok. So, mulai sekarang ga perlu susah payah lagi deh buat nelen oatmeal hehe…

Friday, December 20, 2013

Kefir untuk Keluarga, Lebih Sehat Mana dengan Yogurt?



Mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu kefir dan lebih familiar dengan yogurt. Kalau dilihat sekilas, kefir terlihat mirip dengan yogurt. Dua-duanya emang terbuat dari susu dan sama-sama berasa asam. Tapi kefir itu beda banget lho sama yogurt. Karena pada umumnya yogurt hanya mengandung 4 sampai 5 macam bakteri probiotik, sedangkan bibit kefir mengandung sampai 42 jenis (strains) bakteri probiotik. Terlebih lagi, probiotik yang ada pada kefir termasuk jenis-jenis utama yang biasanya gak kita temukan pada yogurt, seperti Lactobacillus Caucasus, Leuconostoc, species Acetobacter, dan Streptococcus. 

Perbandingan lainnya, jika setengah liter yogurt mengandung 1,5 triliun organisme berguna, maka setengah liter kefir mengandung 4 kali lebih banyak organisme dibanding yogurt, yaitu 5 triliun bakteri probiotik yang berguna buat kesehatan kita. Organisme atau bakteria di dalam kefir ini pun hidup, sehat, dan baik. Begitu memasuki tubuh kita, bakteri-bakteri itu akan segera menyesuaikan diri dengan kondisi di dalam tubuh kita.

Selain itu, kefir juga mengandung ragi-ragi yang berguna, seperti Saccharomyces Kefir dan Torula Kefir. Ragi kefir ini berfungsi untuk menyeimbangkan bakteri flora yang ada di dalam usus kita, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi dari bakteri Salmonella, dan bahkan dalam beberapa kasus mampu melawan kanker.

Bakteri dan ragi aktif yang ada di dalam kefir memberikan lebih banyak nilai nutrisi dibanding yogurt, karena mampu membantu mencerna bahan makanan yang kita makan. Di dalam usus kita, kefir akan memecah makanan dan membungkus ampasnya untuk kemudian dikeluarkan.


Dibanding suplemen, kefir memberikan jauh lebih banyak nilai untuk kebutuhan tubuh kita, seperti mineral, vitamin, asam amino, L-carnitine, lemak baik, zat anti-mikroba, dan lainnya. Kefir pun dipandang sebagai makanan yang fungsional karena fungsinya sebagai makanan yang bisa meningkatkan kesehatan.

Sama halnya seperti yogurt, kefir terbuat dari susu sehingga bisa menetralisir zat-zat beracun. Para ahli yang menguji kefir di Pegunungan Kaukasus (yang memang merupakan tempat asal kefir) menemukan bahwa kefir mampu memusnahkan bakteri E. coli dan membunuh infeksi H. pylori.

Bukan cuma itu aja, ukuran butiran kefir pun lebih halus dan kecil dibanding butiran yogurt. Jadi kefir lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus kita. Bakteri-bakteri probiotik kefir bisa membersihkan, menguatkan, dan membuat sehat usus kita, bahkan bisa membentuk koloni sendiri dalam saluran usus kita.


Pertama kali mencoba kefir, saya dan keluarga langsung suka. Maklum, saya selalu membiasakan anak-anak dengan makanan maupun yang menyehatkan sejak kecil dan untungnya gak butuh usaha keras untuk buat mereka suka makan sehat. Waktu itu saya mencoba kefir karena dibelikan keponakan sebagai oleh-oleh dari Australia. Ya, Negeri Kanguru yang satu ini emang cukup aktif dalam membuat produk fermentasi. Tapi ternyata sukanya berlanjut sampai sekarang. Dan berkat hobi browsing saya di internet, saya menemukan kefir yang bisa dibeli secara online.

Pada intinya, kefir merupakan produk yang ideal buat semua usia, baik buat anak kecil maupun orang tua. Pas banget menjadi solusi buat yang suka sembelit atau ingin punya sistem pencernaan yang sehat. Yuk mulai konsumsi kefir secara rutin!

Thursday, December 19, 2013

Apa yang Tidak Bisa Didapat di Online Shopping

Yang namanya kaum hawa, pasti hobinya gak jauh-jauh dari yang namanya shopping. Apalagi sekarang kegiatan shopping udah makin praktis dengan adanya opsi online shopping. Kita jadi gak perlu ninggalin rumah buat beli barang yang kita mau, belanja bisa dilakuin di mana pun dan kapan pun (paling siap-siap kaget aja pas liat tagihan kartu kredit tiap bulannya hehehe).


Kelebihan-kelebihan online shopping memang cukup banyak, apalagi buat anak-anak muda penggemar barang-barang baru yang seringkali belum tersedia di area tempat tinggal mereka. Tapi bukan berarti online shopping bisa menggantikan traditional shopping alias belanja di toko begitu aja. Masih ada beberapa hal yang gak bisa kita dapetin melalui online shopping dan cuma bisa kita dapetin dengan berbelanja lewat cara lama, contohnya:
  1. Bisa coba sebelum beli
    Saat kita mau membeli pakaian baru, terutama
    brand baru, penting buat kita untuk coba dulu. Karena bentuk tubuh semua orang yang berbeda, jadi gak semua brand pakaian akan cocok di kita. Belum lagi kalo ukuran tubuh kita berbeda dibanding sebelumnya. Selain itu, kita juga bisa liat bahan pakaian yang kita mau secara langsung, bukan hanya sekadar liat fotonya di online shop. Intinya, belanja di toko gak bikin kita seperti membeli kucing dalam karung.
  2. Lebih akurat
    Karena kita bisa melihat langsung barang yang mau kita beli, kita jadi gak perlu mengira-ngira berapa ukuran dari barang tersebut. Terlebih suka ada foto-foto barang dagangan yang diambil dari Google, maka barang yang ada di foto bisa berbeda dengan barang aslinya.
  3. Lebih sedikit penyesalan
    Hampir semua
    online shoppers pasti pernah menyesal beli barang online dan pingin mengembalikan ke penjualnya. Kebanyakan toko punya peraturan sendiri perihal pengembalian barang yang udah dibeli. Sedangkan kalo mau mengembalikan barang yang dibeli online pasti butuh waktu dan proses yang lama. Bahkan mereka bisa jadi gak bersedia menerima lagi barang yang udah kita beli atau mungkin cuma mengembalikan sebagian uang kita, dan seringkali kita yang harus keluar uang untuk biaya pengiriman barang yang mau kita kembalikan. Maka dari itu, sebelum belanja online, baca benar-benar ketentuan pengembalian barang yang tertera di situs. Kalo sekiranya gak masuk akal, lebih baik belanja di toko aja.
  4.  Tidak perlu menunggu
    Meskipun belanja
    online terlihat lebih praktis, tapi saat kita belanja di toko, kita gak perlu menunggu lama sampai barang kita tiba di rumah. Belum lagi kalo ada masalah dengan pengiriman barang online, seperti keadaan cuaca yang gak bersahabat, kendala teknis, salah alamat, bahkan adanya kemungkinan barang yang kita beli hilang dalam proses pengiriman. Buat para online shoppers, pastikan online shop tempat kamu memesan barang memiliki reputasi yang baik, dan seberapa sering mereka melakukan kesalahan dalam proses pengiriman.
  5.  Lebih masuk akal
    Karena gak semua barang bisa dibeli online, seperti misalnya parfum. Gak mungkin banget kan kita bisa tau wangi sebuah parfum lewat internet? Kita harus datang ke toko buat tahu seperti apa wangi parfum yang mau kita beli.




Itu dia kurang lebih hal-hal yang gak bisa kita dapatkan saat kita belanja melalui online shop. Ada yang pernah punya pengalaman seru (atau malah buruk) saat online shopping?  Yuk di-share aja!

Sunday, December 15, 2013

Siapa Sih Diana Rikasari?

Pernah mikir nggak, kayaknya asyik banget ya kalau hobi atau passion kita dijadiin profesi? Banyak lho ternyata orang yang berhasil menjadikan hobinya sebagai pekerjaan, dan ujung-ujungnya bikin usaha berdasarkan passion mereka. Asyik banget ya?!

Salah satunya Diana Rikasari. Siapa sih dia? Masa belum pernah denger sih? Hehehe. Dia ini awalnya fashion blogger, tapi sekarang bisa jadi pengusaha karena kecintaannya terhadap fashion.
Diana Rikasari
Awalnya, Diana yang cinta banget sama fashion, hobi nulis, dan motret ini bikin blog di tahun 2007. Isi blognya itu lebih kayak fashion diary gitu. Di situ deh dia nyalurin semua ide kreatifnya yang berhubungan sama fashion.

Lama kelamaan, karena konsistensi dan posting-nya yang bermutu, Diana punya pembaca setia di blognya. Bukan sekadar gara-gara isu fashion yang diangkat Diana di dalam blognya aja yang bikin pembaca tertarik. Dia juga punya cara bertutur yang unik, nggak ribet, dan gampang dimengerti. Makanya banyak pembaca yang betah berlama-lama di blognya dia. Katanya sih, rata-rata pembaca blognya tuh mencapai 10.000 orang per hari!

Sebenarnya Diana nggak menjadikan blogger sebagai pekerjaannya. Kata perempuan kelahiran 23 Desember 1984 ini, blog itu cuma sebagai fasilitas buat nunjukin konsep fashion kreasinya. Sampai akhirnya, Diana punya kesempatan lebih untuk berkarya di industri. Dia mulai sering diajak kerjasama sebagai fashion stylish. Malahan, dia juga sempat menjadi penata busana buat pembuatan film.

Belakangan, Diana makin mengembangkan potensinya dan bekerjasama dengan pebisnis clothing lokal. Nggak berhenti sampai di situ, Diana pun ditunjuk menjadi brand ambassador salah satu brand besar. Sosoknya ternyata dianggap mewakili generasi muda yang berani berekspresi secara kreatif. Wiiihhh!

Mulai tahun 2010 kemarin, Diana malah udah punya bisnis sepatu mereknya sendiri. Dengan nama UP, Diana menganggap ini sebagai bentuk pengembangan passion-nya di dunia fashion. Nah, siapa yang mau ikutan jejaknya Diana Rikasari? Nggak ada salahnya dicoba nih!

Tuesday, December 10, 2013

Go Green With Online Shopping

Weekend, dan nggak punya rencana apa-apa sama temen. Emang agak ngebosenin. Tapi buat aku hal itu cuma berarti satu, more free time to do the online shopping! Yes, bisa dibilang aku udah agak kecanduan nih sama aktivitas yang satu ini. Gimana bisa nggak kecanduan? Pilihan barangnya macam-macam, nggak makan waktu aku, dan harganya juga relatif lebih murah jika dibandingin sama toko offline. Semua barang yang aku pengen bisa aku beli. Tinggal tunggu, sampai deh di depan rumah.

Itu adalah salah satu keasyikan tersendiri dari online shopping. Tapi tahu gak, di salah satu toko tempat aku beli aksesoris rambut baru-baru ini, ternyata ada fakta baru yang menarik banget. Masa katanya online shopping itu eco-friendly sih? Di situ sih dibilangnya kalau dibandingin sama shopping dengan cara tradisional ya.

Hmmm, aku jadi mikir-mikir, dan mulai ngebanding-bandingin antara online shopping sama shopping biasa nih. Aku beranggapan, agak susah sih emang kalau langsung di-judge segimana eco-friendly online shopping itu. Emang sih, toko online itu nggak butuh space yang besar kayak toko biasa. Makanya juga cenderung lebih hemat energi. Tapi aku coba bandingin lagi antara online shopping sama kalau aku pergi ke mal.

Misalnya nih ya aku mau beli baju. Mana yang lebih eco-friendly antara aku beli baju ke mal, sama kalau aku beli bajunya di toko online. Kalau aku ke mal, udah pasti aku harus pakai kendaraan ke sananya. Misalnya aku pakai mobil pribadi deh. Coba aja kalkulasiin kalau semua orang berpikiran kayak aku, dan pakai mobilnya masing-masing buat ke mal? Sebanyak apa pencemaran lingkungannya coba?

Kalau belanja di toko online, aku cuma nunggu aja di rumah. Pihak tokoonline emang ngirimin ke rumah aku sih pakai kendaraan. Tapi kalau banyak orang di daerah rumah aku yang mesen ke toko itu, mereka akan nganter semua barang pesanan di daerah itu cuma dengan memakai satu kendaraan aja. Nah, di sini, online shopping udah lebih eco-friendly daripada shopping tradisional.

Sisanya, ya kayak yang aku bilang di atas. Kalau toko tradisional pasti makan lahan yang besar, dan makan energi yang besar banget. Buat pendingin ruangan lah, buat lampu-lampunya, buat segala macam teknologi hiburannya lah. Kalau tokoonline, mereka nggak perlu semua itu.


Nah, jadi, ikut aku go green with online shopping?

Monday, December 9, 2013

Social Shopping: Sensasi Terbaru dalam Berbelanja

Online shopping memang punya banyak keuntungan. Tapi berbeda halnya dengan traditional shopping atau berbelanja di toko, online shopping memang terasa agak individualis. Sebagai buyer, mungkin kita pengen sesuatu yang berbeda, kita pengen berbelanja secara kolaboratif layaknya traditional shopping. Maka dari itu, muncul konsep yang namanya social shopping.


Sebenernya apa sih social shopping itu? Jadi gini, kalau kita belanja di mal kan bisa bareng-bareng sama temen, pacar, atau keluarga. Nah, social shopping juga seperti itu. Bedanya, social shopping dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang ini. Boleh dibilang saat ini tren e-commerce sedang mengarah ke sana, soalnya collaborative shopping gak cuma bikin seneng kita-kita yang beli, tapi juga bikin seneng si penjual sendiri.

Sebagai pembeli, shopping bareng-bareng di mal tentu memiliki keasyikan tersendiri. Kita bisa ngobrol tentang barang-barang yang akan kita beli dengan teman-teman kita. Gak jarang kita bisa saling ngasih rekomendasi barang-barang menarik ketika berbelanja bersama-sama. Udah gitu, bisa ngegosip pula hehe…

Tapi, menurut aku, setidaknya ada 5 hal dalam social shopping yang diinginkan oleh para pembeli:
  • Kemampuan mengundang orang-orang terdekat untuk berbelanja bersama mereka secara online (yang lebih private).
  • Bisa belanja berdampingan sehingga seakan mereka sedang melihat produk yang sama dalam waktu bersamaan, tapi dengan kebebasan untuk menjelajah online shop lainnya secara terpisah. 
  • Kemampuan menempatkan produk dalam tas belanja virtual untuk membatasi opsi saat berbelanja dan membuat keputusaan berbelanja.
  • Bisa berkolaborasi secara real time dan serempak untuk mengakomodasi schedule yang padat, perbedaan waktu, dan lainnya. 
  • Kemampuan mengakses para stylist maupun ahli dalam sesi online shopping secara mudah untuk bertanya, meminta saran, dan sebagainya.

Di pihak penjual, social shopping juga memberikan keuntungan yang signifikan. Interaksi customer merupakan promosi yang efektif, dari mulut ke mulut. Dan promosi ini GRATIS. Bayangin aja, para pemilik situs e-commerce pasti akan menghemat budget sales jika social shopping ini sukses dijalankan.

Untuk kekurangannya sendiri, social shopping akan semakin membuat orang malas untuk berbelanja di luar. Walaupun namanya social shopping kalau kita terlalu sering berbelanja lewat internet, bakalan jadi anti-sosial dong? Menurut aku, tren ini perlu disikapi baik-baik. Soalnya kalau berlebihan, kita sendiri sebagai buyer yang bakalan rugi gara-gara perilaku kita. Jangan sampai social shopping ini ngalahin serunya belanja bareng temen-temen kita.

Sedangkan di pihak seller atau retailer, kerugian yang bisa ditimbulkan dari belanja jenis ini adalah mereka bisa saja terkena ledakan pesanan. Soalnya makin sukses social shopping bakal makin banyak orang yang membeli. Bagi bisnis dengan infrastruktur yang kurang memadai, ini bisa jadi masalah. Stok barang harus diperhatikan, begitu pula dengan jasa pengirimannya.

Nah, itu tadi pengertian, kelebihan, dan kekurangan social shopping. Kesimpulannya, internet telah menjadi platform global dalam interaksi sosial. Jika online seller ingin menciptakan keterikatan yang lebih mendalam dengan para buyer, mereka harus bisa menyesuaikan. Semoga pembahasanku kali ini gak bikin ngantuk ya! Hihihi…