Friday, December 20, 2013

Kefir untuk Keluarga, Lebih Sehat Mana dengan Yogurt?



Mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu kefir dan lebih familiar dengan yogurt. Kalau dilihat sekilas, kefir terlihat mirip dengan yogurt. Dua-duanya emang terbuat dari susu dan sama-sama berasa asam. Tapi kefir itu beda banget lho sama yogurt. Karena pada umumnya yogurt hanya mengandung 4 sampai 5 macam bakteri probiotik, sedangkan bibit kefir mengandung sampai 42 jenis (strains) bakteri probiotik. Terlebih lagi, probiotik yang ada pada kefir termasuk jenis-jenis utama yang biasanya gak kita temukan pada yogurt, seperti Lactobacillus Caucasus, Leuconostoc, species Acetobacter, dan Streptococcus. 

Perbandingan lainnya, jika setengah liter yogurt mengandung 1,5 triliun organisme berguna, maka setengah liter kefir mengandung 4 kali lebih banyak organisme dibanding yogurt, yaitu 5 triliun bakteri probiotik yang berguna buat kesehatan kita. Organisme atau bakteria di dalam kefir ini pun hidup, sehat, dan baik. Begitu memasuki tubuh kita, bakteri-bakteri itu akan segera menyesuaikan diri dengan kondisi di dalam tubuh kita.

Selain itu, kefir juga mengandung ragi-ragi yang berguna, seperti Saccharomyces Kefir dan Torula Kefir. Ragi kefir ini berfungsi untuk menyeimbangkan bakteri flora yang ada di dalam usus kita, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi dari bakteri Salmonella, dan bahkan dalam beberapa kasus mampu melawan kanker.

Bakteri dan ragi aktif yang ada di dalam kefir memberikan lebih banyak nilai nutrisi dibanding yogurt, karena mampu membantu mencerna bahan makanan yang kita makan. Di dalam usus kita, kefir akan memecah makanan dan membungkus ampasnya untuk kemudian dikeluarkan.


Dibanding suplemen, kefir memberikan jauh lebih banyak nilai untuk kebutuhan tubuh kita, seperti mineral, vitamin, asam amino, L-carnitine, lemak baik, zat anti-mikroba, dan lainnya. Kefir pun dipandang sebagai makanan yang fungsional karena fungsinya sebagai makanan yang bisa meningkatkan kesehatan.

Sama halnya seperti yogurt, kefir terbuat dari susu sehingga bisa menetralisir zat-zat beracun. Para ahli yang menguji kefir di Pegunungan Kaukasus (yang memang merupakan tempat asal kefir) menemukan bahwa kefir mampu memusnahkan bakteri E. coli dan membunuh infeksi H. pylori.

Bukan cuma itu aja, ukuran butiran kefir pun lebih halus dan kecil dibanding butiran yogurt. Jadi kefir lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus kita. Bakteri-bakteri probiotik kefir bisa membersihkan, menguatkan, dan membuat sehat usus kita, bahkan bisa membentuk koloni sendiri dalam saluran usus kita.


Pertama kali mencoba kefir, saya dan keluarga langsung suka. Maklum, saya selalu membiasakan anak-anak dengan makanan maupun yang menyehatkan sejak kecil dan untungnya gak butuh usaha keras untuk buat mereka suka makan sehat. Waktu itu saya mencoba kefir karena dibelikan keponakan sebagai oleh-oleh dari Australia. Ya, Negeri Kanguru yang satu ini emang cukup aktif dalam membuat produk fermentasi. Tapi ternyata sukanya berlanjut sampai sekarang. Dan berkat hobi browsing saya di internet, saya menemukan kefir yang bisa dibeli secara online.

Pada intinya, kefir merupakan produk yang ideal buat semua usia, baik buat anak kecil maupun orang tua. Pas banget menjadi solusi buat yang suka sembelit atau ingin punya sistem pencernaan yang sehat. Yuk mulai konsumsi kefir secara rutin!

No comments:

Post a Comment