Monday, September 2, 2013

Mengenal Kain Tenun Cantik Khas Nusa Penida, Kain Rangrang



Sekarang aku pengen ngomongin tentang Bali nih. Kalian pasti senang deh. Iya lah, siapa yang nggak senang dengan Bali? Alamnya indah, budayanya menarik, sejarahnya juga nggak kalah seru! Tapi aku nggak pengen ngomongin soal liburan di pantai Bali. Udah banyak dibahas sama orang lain! Hehehe.



Aku pengen ngomongin soal kain tenun cantik yang mungkin banyak di antara kalian belum tahu, atau bahkan belum pernah dengar, kain rangrang. Apa sih kain rangrang? Ini adalah kain khas buatan warga Nusa Penida, yang punya corak macam-macam dan seru-seru!

Bagi masyarakat Nusa Penida, kain rangrang bukan hanya kain tenun tradisional semata. Mereka menenun kain itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari sisi kebudayaannya, kain rangrang digunakan sebagai pelengkap upacara keagamaan dan dipakai bersama pakaian adat.



Terus, apa bedanya sama kain khas Indonesia lainnya sih? Hmmm, lihat dulu motif dan warna-warnanya! Para pembuat kain rangrang memakai teknik ikat tunggal. Jadi kain rangrang ini benar-benar handmade! Makanya jadinya pun bagus banget.

Biasanya nih, kain rangrang punya latar berwarna merah atau kuning. Nah, di tengahnya baru deh dikasih warna-warna yang bikin tampilan kain rangrang jadi makin eye-catchy. Motif yang dibikin pun beragam banget. Di bagian tengah kain, biasanya suka dikasih motif kayak saksak bunga tunjung, angket rumput, dan pohon cemara.



Motif dan warna-warninya nggak cuma ada di bagian tengahnya aja. Di pinggirannya biasanya ada hiasan kumpulan motif-motif gitu. Hiasannya sih biasanya bunga-bunga, motif daun bakung, kupu-kupu, atau hiasan katak. Satu hal yang jadi ciri khas lain dari kain rangrang, biasanya selalu ada garis warna putih di dalam motif kainnya. Garis putih ini biasa disebut sebagai pangoh taji, semacam benda tajam yang digunakan oleh ayam petarung di acara sabung ayam.

Gimana? Seru kan? Kainnya bagus, pembuatannya menarik, dan cerita di baliknya juga penuh sejarah dan filosofi.

No comments:

Post a Comment